Jejaring sosial, merupakan media yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat sekarang ini. Mungkin populernya dahulu dimulia dari Friendster dan ketenarannya pun disusul dengan munculnya Facebook, MySpace, Twitter dan masih banyak lagi mungkin situs jejaring sosial yang ada belakangan ini. Sangat banyak fenomena yang muncul setelah adanya dan semakin booming situs jejaring sosial ini.

Ada dampak negatifnya, dan ada juga dampa positifnya, tergantung dari tiap-tiap orang memanfaatkan dan bagi dirinya dan lingkungannya. Fenomena yang pernah terjadi karena situs jejaring sosial ini pun cukup unik-unik dan tedengar aneh, yang mana bila kita terlusuri sebenarnya memang demikian adanya. Tanpa ada yang dirubah-rubah fenomena itu memang terjadi bahkan di dukung oleh pendapat dan riset para ahli. Banyak contoh yang dapat kita lihat dari dampak unik jejaring sosial ini, seperti Facebook Picu Kanker dan Stroke. Ini mungkin terdengar aneh, tapi dalam artikel itu dijelaskan mengapa jejaring sosial itu dapat demikian. Contoh lain Dilarang Akses MySpace, Anak Tikam Ibu, unik dan terdengar aneh memang dampak dari jejaring sosial yang pernah kita dengar. Contoh-contoh lain seperti

  1. Rasisme Merebak di Facebook
  2. Popularitas Pornografi Dikandaskan Friendster
  3. Sukses Jadi Gubernur Berkat Internet
  4. Cemburu, Suami Aniaya Selingkuhan Online Istri
  5. Pesan di Internet Berujung Kematian Suami Istri

Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena yang dapat terjadi di situs jejaring sosial yang berdampak bagi kehidupan kita bermasyarakat. Dari jejaring sosial ini juga dapat memberikan berkah atau manfaat yang sangat berguna bagi beberapa orang. Mereka memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk promosi barang dagangan mungki, menggunakannya sebagai lahan mencari nafkah. Contoh-contoh lain dari sisi positif yang dapat diberikan oleh situs jejaring sosial dalam beberapa waktu belakangan ini.

  1. Berkat ‘Facebook’, Telkom Bandung Tembus Rp 15 Miliar
  2. Friendster dkk Bisa Jadi ‘Guru Hebat’
  3. Twitter: Social Media yang Cocok Buat CEO
  4. Twitter: Tempat Mencari Cinta Hingga Alat Mata-mata

Masih banyak dampak dari situs jejaring sosial yang sedang banyak dugunakan di masyarakat saat ini. Di Indonesia kita ambil contoh, jejaring sosial ini juga sudah sangat berkembang pesat. Sadar atau tidak, sosial media telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita saat ini. Bagaimana implikasi sosial media itu sendiri di Indonesia? Seperti hal nya yang saya ambil dari sebuah diskusi ‘Sosial Media Untuk Revolusi’ tampil akademisi Roby Muhamad Ph.D, yang hadir untuk membahas hal tersebut. Sabtu (14/8/2010) petang tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran situs Salihara.org. Beliau memaparkan “Konsep awal jejaring sosial adalah siapa berhubungan dengan siapa, mengenal apa, dan efeknya apa,”. Ia pun menjelaskan bahwa jejaring sosial membentuk cluster, organisasi dan akhirnya membentuk institusi. Hal ini terjadi karena manusia pada dasaranya hidup berkelompok, yang berteman karena adanya persamaan.

Nah, apa implikasi jejaring sosial tersebut di Indonesia? Melihat beberapa kasus sosial media di Indonesia mulai dari ‘Koin Prita’ hingga ‘Keong Racun’, rasanya itu semua dampak dari sosial media yang berkembang di negara ini.

Dalam diskusi tersebut Roby memberi catatan bahwa pertama, hal positif dan negatif cepat menyebar di Indonesia karena sosial media. Yang kedua, sadar atau tidak sadar keputusan dan perilaku individu tidak hanya dipengaruhi atau mempengaruhi orang terdekat saja, tetapi orang yang berada lebih jauh.

Inilah mengapa seorang influencer dapat mempengaruhi publik dalam sebuah kampanye di internet untuk tujuan tertentu. Hal inilah yang belakangan ini sedang berkembang di Indonesia. Sebut saja gerakan sosial digital seperti kemunculan grup-grup Facebook untuk mendukung aksi-aksi tertentu.

“Sadar atau tidak, perilaku individu akan dipengaruhi oleh teman di jejaring sosialnya,” jelas Roby.

sumber : detiknet